babsPerayaan 24 Desa Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Sumber Agung, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan dibuka oleh Wakil Bupati, H. Icek Baskoro, SH (Selasa, 26/04).Dalam Perayaan tersebut dihadiri Ketua Pokja AMPL Nasional,  Country Director Plan untuk Kawasan Asia, John Mc. Donough, Ketua Pokja AMPL Provinsi Jawa Tengah, Muspida, Ketua DPRD, Ketua Pengadilan Negeri Purwodadi, Ketua Komisi D DPRD, Program Unit Manager PLAN Indonesia-Grobogan, Tim Koordinasi Kabupaten Program PAMSIMAS Kabupaten, Pokja AMPL Kabupaten Camat serta Para Kepala Desa yang menjadi wilayah dampingan PLAN Indonesia-Grobogan.

Dalam sambutan Bupati Grobogan, H. Bambang Pudjiono, SH yang dibacakan oleh Wakil Bupati Grobogan, H. Icek Baskoro, SH menyampaikan bahwa kegiatan selebrasi ini merupakan keberhasilan salah satu pilar Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), khususnya pilar pertama yaitu Tidak Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) merupakan salah satu strategi nasional dalam rangka memperkuat perilaku hidup bersih dan sehat, mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan, meningkatkan kemampuan masyarakat serta mengimplementasikan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses air minum dan kesehatan dasar yang berkesinambungan dalam pencapaian Millenium Development Goals (MDG’S) tahun 2015 dan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2010-2014.

Bertolak dari komitmen pemerintah tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan secara bertahap berupaya mengimplementasikan pilar-pilar STBM melalui berbagai program dan kegiatan dengan melibatkan seluruh stakeholder serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga swadaya masyarakat (LSM) baik dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu LSM yang selama ini telah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Grobogan adalah Plan Internasional, khusunya dalam program STBM, selain kerjasama dalam bidang lainnya seperti pendidikan, kesejahteraan keluarga, pemenuhan hak-hak anak maupun lingkungan hidup.

Kondisi  sanitasi dasar dan lingkungan yang buruk secara tidak langsung memberi andil terhadap penyebaran berbagai penyakit seperti tifus, diare dan kolera. Kondisi tersebut apabila dibiarkan akan menimbulkan permasalaghan kesehatan dan lingkungan serta kerugian dan social cost yang cukup besar. Oleh karena itu Beliau menyambut baik kerjasama yang diprakarsai Plan Internasional Program Unit Grobogan khususnya dalam bidang STBM.

“Saya mengucapkan apresiasi yang tinggi pada Desa Panimbo dan Gunungtumpeng sebagai pelopor, menggugah kita semua bahwa kebutuhan dasar sanitasi bisa dilakukan masyarakat sendiri tanpa subsidi atau bantuan dari pemerintah” tutur Beliau dalam sambutannya.

Keberhasilan program STBM di Kabupaten Grobogan tidak terlepas dari peran serta Tim CLTS (Community-led Total Sanitation) Tingkat Kabupaten melalui wadah Pokja AMPL (Air Minum dan Penyehatan Lingkungan), Plan Internasional Program Unit Grobogan serta para Camat dan Kepala Desa serta Fasilitator dan para Relawan. “Oleh karena itu saya ucapkan terima kasih atas kerja keras dan kerja sama semua pihak dalam rangka mewujudkan masyarakat sehat” imbuh Beliau.